Urusan uang memang sering kali rumit. Semua orang membutuhkannya, tetapi di balik itu ada banyak mitos dan kesalahpahaman yang bisa menyesatkan. Di Indonesia, beberapa kepercayaan tentang keuangan begitu melekat sehingga banyak orang mengikutinya tanpa mempertanyakan kebenarannya. Padahal, mitos-mitos ini dapat menghalangi kita mencapai kebebasan finansial dan mengambil keputusan terbaik untuk masa depan.
Mari kita bahas lima kebohongan finansial yang masih dipercaya banyak orang Indonesia dan bagaimana cara kita melepaskan diri darinya.
1. “Investasi Hanya untuk Orang Kaya”
Banyak orang di Indonesia berpikir bahwa investasi hanya untuk mereka yang memiliki banyak uang. Faktanya, investasi kini lebih mudah diakses dari sebelumnya. Dengan platform seperti Bibit, Ajaib, dan Bareksa, Anda bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp10.000.
Mempercayai mitos ini dapat membuat Anda terjebak dalam siklus menabung tanpa pertumbuhan. Ingat, menabung itu penting, tetapi inflasi dapat mengikis nilai uang Anda seiring waktu. Investasi, bahkan dalam jumlah kecil, dapat membantu uang Anda bertumbuh dan melampaui inflasi.
- Cara Mengatasinya: Mulailah dari yang kecil. Pelajari opsi investasi berisiko rendah seperti reksa dana atau obligasi pemerintah. Kuncinya adalah memulai langkah pertama.
Untuk materi cara meningkatkan finansial, bisa klik disini ya.
2. “Utang Selalu Buruk”
Utang sering kali dianggap negatif, dan itu bisa dimengerti: utang yang berlebihan atau dikelola dengan buruk dapat menyebabkan masalah keuangan yang serius. Namun, tidak semua utang itu buruk. Jika digunakan dengan bijak, utang bisa menjadi alat yang efektif untuk mencapai tujuan seperti membeli rumah, memulai usaha, atau melanjutkan pendidikan.
Di Indonesia, banyak orang cenderung menghindari pinjaman sama sekali, bahkan jika itu berarti melewatkan peluang berharga. Kuncinya adalah memahami perbedaan antara utang yang baik (yang memberikan manfaat) dan utang yang buruk (seperti belanja impulsif dengan kartu kredit).
- Cara Mengatasinya: Jika Anda mempertimbangkan untuk mengambil pinjaman, tanyakan pada diri sendiri: Apakah utang ini akan meningkatkan kondisi keuangan saya di masa depan? Pastikan untuk tetap pada rencana pembayaran yang realistis dan hindari meminjam lebih dari yang dapat Anda bayar.
3. “Menabung Saja Sudah Cukup untuk Jadi Kaya”
Menabung adalah fondasi dari kesehatan finansial, tetapi itu bukanlah keseluruhan gambaran. Mengandalkan hanya pada tabungan untuk membangun kekayaan adalah kesalahan umum yang dilakukan banyak orang di Indonesia. Dengan suku bunga yang rendah pada rekening tabungan, uang Anda mungkin tidak cukup untuk mengimbangi inflasi.
- Cara Mengatasinya: Gabungkan menabung dengan berinvestasi. Alokasikan sebagian dari pendapatan Anda untuk tabungan dan sebagian lagi untuk investasi. Dengan cara ini, Anda dapat membangun keamanan finansial supaya terbebas dari kebohongan finansial sekaligus mendorong pertumbuhan.
4. “Asuransi Itu Buang-Buang Uang”
Beberapa orang menganggap premi asuransi sebagai pengeluaran yang tidak perlu. Namun, kenyataannya, asuransi memberikan perlindungan dari kejutan finansial yang tak terduga, seperti tagihan rumah sakit atau kecelakaan. Tanpa asuransi, satu keadaan darurat besar bisa menghabiskan tabungan yang telah Anda kumpulkan selama bertahun-tahun.
- Cara Mengatasinya: Anggaplah asuransi sebagai jaring pengaman, bukan sekadar pengeluaran. Mulailah dengan asuransi kesehatan dasar (BPJS atau opsi swasta) dan pertimbangkan untuk mengambil asuransi jiwa atau properti jika itu sesuai dengan kebutuhan Anda.
5. “Cara Terbaik Menyimpan Uang Adalah dengan Menyimpan Tunai di Rumah”
Menyimpan uang tunai di bawah kasur mungkin terasa aman, tetapi itu adalah salah satu cara terburuk untuk mengelola uang. Selain nilainya yang terus menurun akibat inflasi, uang tunai juga berisiko dicuri atau terkena bencana alam.
- Cara Mengatasinya: Gunakan institusi keuangan yang aman dan terpercaya. Buka rekening tabungan, jelajahi dompet digital seperti GoPay atau OVO, dan pertimbangkan peluang investasi. Dengan cara ini, uang Anda akan lebih aman dan dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Ambil Kendali Atas Masa Depan Finansial Anda
Melepaskan diri dari kebohongan finansial ini dimulai dengan kesadaran. Dengan mempertanyakan kepercayaan lama dan mendidik diri sendiri, Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijak mengenai uang Anda. Ingat, kebebasan finansial bukan hanya tentang seberapa banyak Anda menghasilkan—tetapi tentang seberapa baik Anda mengelola apa yang Anda miliki.
Mulailah dari yang kecil, tetap konsisten, dan jangan ragu untuk mencari saran dari ahli keuangan yang terpercaya. Masa depan Anda akan berterima kasih.